<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>lebah&#x27;s Site</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/</link>
<description></description>
<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 01:43:35 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 2 Aug 2009 03:22:00 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>lebah&#x27;s Site</title>
<url>http://images.lebahrumahbaca.multiply.com/logo</url>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>
<item>
<title>Gus Mus, Satu Rumah Seribu Pintu</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/35</link>
<description> [ Minggu, 19 Juli 2009 ]
Belajar Islam Kepada Pujangga
Jogjakarta, 30 Mei 2009, KH A. Mustofa Bisri menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Sebagaimana disebut dalam sambutan dekan Fakultas Adab, gelar ini adalah penghargaan atas jasa-jasa Gus Mus dalam mengembangkan ilmu kebudayaan Islam lewat kerja-kerja nyata. Karya-karyanya dinilai menyuarakan Islam yang menyejukkan, Islam yang mengentaskan, Islam yang mengayomi, Islam yang membebaskan, dan Islam yang mencerahkan.

Setiap orang yang mengenal Gus Mus, baik secara langsung maupun hanya melalui karya-karyanya, akan sepakat dengan pendapat di atas. Bahkan, seperti yang diutarakan Emha Ainun Nadjib, gelar itu terlalu kecil untuk memberi harga bagi jasa-jasa Gus Mus yang sedemikian besar, tidak hanya bagi umat Islam tapi juga bagi bangsa Indonesia.

Di tengah pusaran zaman yang mengantar para pemimpin berlomba-lomba berebut kekuasaan politik, Gus Mus masih tetap sabar d...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/35</guid>
<pubDate>Sun, 2 Aug 2009 03:22:00 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Kitab Kopi dan Rokok</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/34</link>
<description>
Membongkar Kontroversi Kopi dan Rokok

Setelah rokok difatwakan haram, ketentuan hukum mengonsumsi rokok ternyata malah makin kontroversial dan simpang-siur. Tak hanya di masyarakat awam, di kalangan ulama yang tersebar di pelosok Tanah Air pun kian kentara tak adanya kebulatan sikap ihwal pengharaman rokok. Uniknya, dari balik bilik pesantren sendiri, ternyata rokok (dan kopi) justru akrab dikenal sebagai sajian khas yang, andai tanpa keduanya, suasana terasa hambar. Boleh jadi, kita memang tak lagi asing dengan fenomena kalangan pesantren yang &#x27;&#x27;kecanduan&#x27;&#x27; pada rokok.

Nah, menyimak buku ini, kita dihadapkan pada fakta bahwa hukum kopi serta rokok rupanya telah menjadi perselisihan di kalangan ulama dari berbagai madzab. Paling tidak buku ini mencatat, sudah sejak awal abad ke-10. Hanya saja, perselisihan tentang masalah rokok lebih mengemuka dibandingkan dengan polemik tentang kopi. Hal inilah yang (kembali) terjadi di tengah-tengah kita ketika Majelis Ulama Indonesia mengelu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/34</guid>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:42:16 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Molly Bondan: In Love with A Nation</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/33</link>
<description> 
Kartini dari Negeri Kanguru

Kita tidak pernah membayangkan bahwa dari Negeri Kanguru telah lahir seorang Kartini. Itulah Molly Werner Bondan, wanita Australia yang hijrah ke Indonesia mengikuti sang suami, Mohammad Bondan. Dia rela meninggalkan tanah kelahirannya dan memilih menetap di Indonesia. Molly terbang dari Darwin pada 12 November 1947 menuju Surabaya untuk membuktikan seluruh bakti dan nasionalitas keindonesiaannya.

Kisah itulah yang disuguhkan buku In Love with A Nation (dituturkan dalam kata-kata Molly sendiri). Buku ini diterbitkan Yayasan Obor Indonesia pada akhir 2008 bekerja sama dengan Australia-Indonesia Institute, diedit oleh Joan Hardjono-Charles Warner dan diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono.

Sebagian orang Indonesia mengenal Multatuli alias Douwes Dekker sebagai orang asing yang berjuang untuk tanah yang bukan tanah airnya. Nah, seperti itu jugalah Molly Bondan. Di buku ini, Molly menyebut dirinya bukan orang asing di Indonesia. Dia adalah orang &#x27;&#x27;k...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/33</guid>
<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 09:34:05 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bob Sadino: Mereka Bilang Saya Gila!</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/30</link>
<description> 
Belajar dari Begawan Entrepreneur

Alkisah, ada dua orang profesor yang sedang berdebat panjang lebar tentang ilmu mereka. Satu sama lain berusaha mengungguli dan menjadi pemenang dalam debat tersebut. Salah satu profesor menyatakan, &#x22;Saya sudah tahu banyak hal dalam hidup ini, sudah membaca sekian banyak teori dan buku. Jadi saya tahu semuanya.&#x27;&#x27; Profesor yang satunya tidak mau kalah dan menyatakan hal yang sama.

Salah satu profesor tadi tinggalnya di seberang sungai. Seperti biasa ketika mau pulang, profesor tadi selalu minta bantuan si tukang perahu. Ketika mau naik perahu, profesor tadi dengan sombong bilang, &#x22;Coba tanya apa saja pasti saya akan jawab karena saya tahu semuanya...!&#x27;&#x27; Namanya juga tukang perahu bodoh yang tidak berpendidikan dan tidak punya pengetahuan, ia asal saja bertanya, &#x22;Profesor tahu tentang ilmu berenang?&#x22; &#x22;Wow, tahu dong!&#x27;&#x27; jawab sang profesor dan menerangkan banyak hal tentang bagaimana ilmu berenang. Sepertinya, semua teori berenang yang ia kuasai ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/30</guid>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 03:40:19 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Jenghis Khan; Legenda Sang Penakluk dari Mongolia</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/29</link>
<description> 
Jejak Berdarah sang Penakluk
Syahdan, awal 2003, mencuat segugus informasi pada jurnal bulanan, American Journal of Human Genetics. Sebuah tulisan bertajuk The Genetic Legacy of The Mongols, melaporkan penemuan penting adanya kesamaan pola gen pada populasi yang tersebar antara lautan Kaspia hingga Samudra Pasifik. Laporan itu adalah hasil riset dan kajian mendalam sekelompok ilmuwan genetika terhadap sampel pola DNA kromosom Y yang dimiliki sejumlah 2000-an pria di kawasan Eurasia. Singkatnya, mereka membuat kesimpulan cukup mengejutkan; ternyata dari 16 juta pria yang telah mereka teliti, merupakan bagian dari satu keluarga yang sangat besar.

Pada saat-saat pertama kali menyimpulkan riset itu, Tatiana Zerjal, salah seorang peneliti, sempat bergumam: &#x27;&#x27;Jenghis Khan!&#x27;&#x27; Meskipun pada awalnya dugaan tersebut mirip sebuah lelucon, dalam perjalanan waktu semakin banyak bukti (dari data-data yang telah ada), bahwa keterangan itu merupakan penjelasan terbaik. Mereka berkesimpulan bahw...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/29</guid>
<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 03:36:46 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Presiden Guyonan</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/28</link>
<description>
Kitab Presiden Penggeli Hati
PADA suatu pagi yang hening, di tengah suasana tafakur doa, para murid tersentak dikegetkan suara guru meditasi mereka bergegar-gegaran meledak dalam tawa. Saat sore tiba, pada upacara pemakaman seorang petinggi kerajaan, para murid dibikin sontak pula oleh derai tawa lepas guru mereka. Malam hari, saat seluruh penghuni perguruan Zen harus silentio stampa (puasa omong), sekali lagi sang guru terpingkal-pingkal ketawa. Para murid masygul mendapati ketidaklaziman itu. Guru pun berkata, &#x27;&#x27;Manakala surga menyentuh hatiku masakan aku diam saja. Hatiku melonjak girang bagaikan saut riuh kicau burung di waktu fajar.&#x27;&#x27;

Sang guru Zen telanjur dipandang sebagai manusia bijaksana. Sepanjang hidup, ia mencari, mendalami, dan merenungkan kebijaksanaan. Ia merasa belum sampai pada kebajikan hidup. Kesadaran itu ia alami saat tertawa. Kebijaksanaan justru terjadi saat sang guru tertawa karena menemukan persepsi kontradiktif atas realitas hidupnya.

&#x27;&#x27;Abundant livi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/28</guid>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 13:33:01 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Ma Yan</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/27</link>
<description> 
Kasih Sepanjang Jalan, Mukjizat Sejauh Doa
TAHUN lalu Tiongkok sukses besar menjadi tuan rumah olimpiade. Mata dunia terbelalak ketika pesta skala dunia itu tergarap apik nan gemilang. Namun, negara mahabesar itu masih menyimpan warga yang hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Masih ada sebuah desa, Zhangjiashu namanya, yang di abad 21 ini membawa kisah perjuangan sebuah keluarga yang layak nian untuk dihayati.

Ma Yan, gadis beranjak remaja di Desa Zhangjiashu, suatu ketika dimarahi habis-habisan oleh ibunya karena gagal dalam ujian bahasa Tiongkok, mata pelajaran terutama di sekolahnya. &#x27;&#x27;Setelah semua kerja keras yang kita lakukan, hanya inikah hasilmu?&#x27;&#x27; tanya ibunya dengan sengit.

Ibunya kemudian memarahi dia dengan kata-kata yang bagi Ma Yan cukup pedas di telinga. &#x27;&#x27;Kalimat-kalimat kemarahan ibu, alangkah tajamnya, barangkali lebih tajam dari pisau pengerat daging terkeras sekalipun,&#x27;&#x27; cerita Ma Yan.

Dalam kekesalannya, sang ibu sempat berujar kalau Ma Yan sebenarny...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/27</guid>
<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 13:24:08 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Setelah Heboh Ayat-ayat Cinta</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/26/Setelah_Heboh_Ayat-ayat_Cinta</link>
<description>&#x3C;br&#x3E;                  &#x3C;br&#x3E;                                              Heboh &#x3C;i&#x3E;Ayat-ayat Cinta&#x3C;/i&#x3E; kini sudah surut. Bersamaan dengan itu muncul pertanyaan tentang hubungan antara sastra dan agama pada masa mendatang. Apakah keharmonisan hubungan antara hasil sastra dengan masyarakat pemeluk agama masih akan dapat kita jumpai lagi atau hanya sekali itu saja?&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Terlepas dari perdebatan tentang kadar literernya, &#x3C;i&#x3E;Ayat-ayat Cinta&#x3C;/i&#x3E; memang fenomenal. Buku itu mampu meredakan ketegangan yang selama ini melingkupi hubungan antara hasil sastra dengan masyarakat pemeluk agama. Kunci penerimaan itu adalah pada kemampuannya untuk mengetahui batas-batas horison harapan pembaca dan kontrol diri yang kuat sehingga ia tidak melampaui batas-batas itu. Konformitas itu juga menyentuh aras negara: ketika difilmkan, &#x3C;i&#x3E;Ayat-ayat Cinta&#x3C;/i&#x3E; mengundang simpati eksplisit dari presiden, yang dapat dikatakan sebagai simbol terkuat negara dalam susunan politik saat ini.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Konformitas seperti ini sebenarnya pernah juga terjadi pada awal 196...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/26/Setelah_Heboh_Ayat-ayat_Cinta</guid>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 23:54:01 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Intrik dan Lobi Para Penguasa, dari Soekarno sampai SBY</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/26</link>
<description> 
Komunikasi Politik Penghuni Istana
Menguji efektivitas sebuah komunikasi politik, lebih-lebih atas pemimpin tertinggi (baca: presiden) sangat menantang, sekalipun merupakan pekerjaan terjal. Buku Intrik dan Lobi Para Penguasa, dari Soekarno sampai SBY tergoda untuk memeriksa komunikasi politik presiden yang pernah dan tengah memerintah Indonesia. Sebuah ikhtiar yang membutuhkan stamina tinggi, karena memang tak mudah melakukan penelitian ilmiah untuk menjangkau rentang waktu yang demikian panjang. Apalagi dua presiden Indonesia telah meninggal, yakni Soekarno dan Soeharto.

Kesulitan ini dipahami betul Tjipta Lesmana, si penulis buku ini. Maka, Tjipta Lesmana menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview) kepada sejumlah narasumbernya. Para narasumber atau informan tentu saja diseleksi secara ketat, paling kurang harus memenuhi syarat (1) menteri, pejabat atau kerabat yang seringberkomunikasi dengan presiden, (2) mempunyai daya kritis da...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/26</guid>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 23:51:52 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title> Political Descartes</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/25</link>
<description> 
Membongkar Politik Borjuasi Descartes
Gerakan buruh dan gerakan politik di Indonesia saat ini selayaknya merenungkan ulang fondasi serta cara pandang mereka terhadap kebangkitan kelas borjuasi di tingkat nasional maupun lokal, setelah perombakan sistem politik sejak reformasi 1998. Setelah otoritarianisme Orde Baru yang melahirkan kelas borjuasi kecil di lingkaran elite politik di Jakarta berantakan, saat ini mulai marak kelas borjuasi kecil di tingkat lokal. Borjuasi merupakan konsep kunci dalam wacana Marxisme. Kaum marxis awam sering mencampuradukkan antara kelas borjuis dengan kelas kapitalis. Pengikut marxisme bahkan acap mempertentangkan pengaruh borjuasi kepada gaya hidup serta pola pikir kelas tertentu, berhadapan dengan kelas tertindas yang lazim disebut sebagai kelas proletar.

Pertentangan hingga pertarungan antara kelas proletar versus kelas borjuis untuk menguasai ruang hidup sekaligus kapital, kemudian menjadi topik hangat di kalangan peminat marxisme. Namun demikia...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/25</guid>
<pubDate>Tue, 17 Mar 2009 23:50:05 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Jembatan Kebangsaan, Biografi Politik Taufiq Kiemas</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/24</link>
<description>
Mata Hati sang Pluralis
Dari sejumlah politisi kawakan yang masih bertahan pada panggung politik, salah satunya adalah Taufiq Kiemas (TK). TK masih mampu terlibat intens dengan peran politik yang signifikan. TK memang berada pada posisi kesejarahan yang pas. Bersama istrinya, figur sentral sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, TK membangun PDI yang kemudian berubah menjadi PDI Perjuangan. Diimbuhi perjuangan, sebab para kadernya memang berjuang mati-matian untuk sekadar mempertahankan legalitasnya setelah dilumpuhkan penguasa ketika itu.

Pada Pemilu 1999 partai nasionalis itu mampu meraih posisi pertama di parlemen. Andaikata tidak terjadi eksperimentasi konstitusi yang ditukangi Amien Rais, kans Megawati menduduki kursi presiden kala itu terbuka lebar.

Sebagai suami Megawati, TK menjadi bagian dari keluarga Bung Karno --tokoh yang ia kagumi-- adalah ketentuan sang nasib (destiny). Posisi itu dihayati betul oleh TK laksana bara yang terus menyala menjaga ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/24</guid>
<pubDate>Mon, 9 Mar 2009 00:08:01 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pelangi di Atas Gelagahwangi</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/23</link>
<description>Memburu Sukses Tutur Tinular
INGAT drama radio Tutur Tinular, Kaca Benggala dan Mahkota Mayangkara yang pernah merajai radio seluruh Indonesia dan kehadirannya ditunggu jutaan telinga pendengar? Sukses ketiga drama radio panjang itu disusul dengan sukses Pelangi di Atas Gelagahwangi (2007) yang disiarkan oleh 100 stasiun radio dan mendapat sambutan hangat pendengar. Atas sukses tersebut S.Tijab, pengarang sandiwara radio kelahiran Solo 1946 itu mencoba untuk menuliskan Pelangi di Atas Gelagahwangi (PAG) sebagai novel dengan harapan akan meraih sukses pula sebagaimana semua sandiwara radionya.

Novel unik dengan latar kejatuhan Majapahit dan kebangkitan kerajaan Islam di tanah Jawa ini diramu dengan kisah dari dunia persilatan, sebagaimana tiga drama radio sebelumnya yang mencampur kisah cinta, sejarah, dan silat.

Di dalam drama radio, pendengar dirangsang dengan kata-kata dan efek bunyi, serta musik untuk mengumbar imajinasi masing-masing. Ketika kisah yang sama dituangkan di dal...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/23</guid>
<pubDate>Mon, 9 Mar 2009 00:05:35 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Suara Hening Aktivis Buku di Karnaval Politik yang Riuh </title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/25/Suara_Hening_Aktivis_Buku_di_Karnaval_Politik_yang_Riuh_</link>
<description>           	                                         &#x3C;i&#x3E;&#x3C;/i&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;b&#x3E;PARA&#x3C;/b&#x3E; analis menyebut, demokrasi kita masih mengidap cacat ketika cara dan tujuan berselimpang akibat warisan kebudayaan dan kekuasaan otokratik yang ditanam kuat dalam rentang waktu yang panjang.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tapi saya lebih bersepakat dengan Kishore Mahbubani, dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, yang mengatakan demokrasi Indonesia adalah keajaiban; lebih mengesankan dibandingkan Amerika Serikat. Catatan saya dalam Kronik Pemilu 1999-2009 menunjukkan memang selalu ada kejutan dan kebaruan yang diperagakan Indonesia soal demokrasi politik (baca: pemilu) pasca Orde Soeharto ambruk. Mirip dramaturgi novel-novel panjang yang menanam konflik dan kejutan di halaman-halaman tertentu ketika pembaca sudah menapaki tangga frustasi.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Pemilu 1999 adalah pembuka jalan bagi lahirnya pasar bebas partai yang langsung membelokkan ingatan kolektif kita pada pemilu 1955. Pada Pemilu 2004 masyarakat Indonesia dengan berani memi...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/25/Suara_Hening_Aktivis_Buku_di_Karnaval_Politik_yang_Riuh_</guid>
<pubDate>Mon, 9 Mar 2009 00:00:50 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Lukisan Istanbul yang Melankolik</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/22</link>
<description> [ Minggu, 01 Maret 2009 ]

Istanbul dan Pamuk merupakan satu kesatuan yang saling membentuk dalam proses kepengarangan Orhan Pamuk. Istanbul dengan latar sejarahnya yang pernah gemilang di bawah Kesultanan Usmani berabad lampau dan mengalami kemunduran di abad ke-20, pada saat Turki perlahan mengubah menjadi republik dan berkiblat ke Eropa; sementara di sisi lain Orhan Pamuk yang mengambil jalan hidup yang berseberangan dengan rata-rata keluarga kaya dengan memilih menjadi pelukis kemudian pengarang. Antara kota yang membentang kesejarahannya dan pilihan hidup Pamuk tersebut bisa dikatakan paduan yang memukau bagi novel-novel karya Orhan Pamuk di kemudian hari.

Apa yang membedakan seseorang yang menjalani kehidupannya sebagai seorang pengarang dan yang bukan pengarang terletak pada kemampuannya menghayati tempat di mana mereka hidup. Bagi yang bukan pengarang, kota sebatas panggung kontestasi ekonomi-politik yang berujung pada seseorang menjadi penghuni kelas yang bermartabat ata...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/22</guid>
<pubDate>Sun, 1 Mar 2009 09:28:15 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Cermin Manusia Seutuhnya</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/21</link>
<description> 

Salah satu tujuan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah tercapainya manusia Indonesia seutuhnya. Tujuan ini telah menjadi acuan utama bagi setiap proses pendidikan di Tanah Air. Namun sayangnya, konsep manusia Indonesia seutuhnya saat ini kian &#x27;&#x27;absurd&#x27;&#x27; di tengah dominasi SDM asing yang merajalela. Indikasi yang terlihat nyata adalah HDI (Human Development Index) manusia Indonesia semakin merosot dari tahun ke tahun.

Buku Full Circle yang ditulis Y.W. Junardy, praktisi profesional yang berpengalaman lebih 35 tahun di dunia korporasi besar, tampaknya ingin menjawab persoalan di atas. Profil dan kompetensi seperti apakah manusia Indonesia seutuhnya itu dikupas Pak Jun (sapaan Junardy) lewat buku ini. Semua dirangkum dalam konsepsi falsafah hidup yang sangat apik, yaitu learn-lead-serve yang sebenarnya hampir sama dengan konsep asah-asuh-asih.

Membuka buku ini kita diajak menelusuri liku-liku perjalanan P...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/21</guid>
<pubDate>Sun, 1 Mar 2009 09:24:51 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title> Cinta dan Kebencian terhadap Buku
</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/24/_Cinta_dan_Kebencian_terhadap_Buku</link>
<description>                           &#x3C;b&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;b&#x3E;SELUBUNG &#x3C;/b&#x3E;asap terasa menyesakkan dada ketika pertengahan Februari lalu sekerumunan anak muda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kiai (AMPK) dengan amarah yang meradang membakar buku &#x3C;i&#x3E;Kiai di Tengah Pusaran Politik: Antara Kuasa dan Petaka &#x3C;/i&#x3E;karya Ibnu Hajar, di Alun-alun Sumenep. Saya yang mengunjungi serambi kota itu beberapa waktu lalu masih merasakan geram yang mencekam itu.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Tragedi pembakaran tersebut disulut oleh kontroversi substansi buku Ibn Hajar yang dinilai mendiskreditkan eksistensi kiai hanya gara-gara terjerumus ke dalam kubangan politik. Tapi setelah menelaah sendiri, sebenarnya buku itu tak terlalu frontal. Jika ditimbang dengan seksama, buku itu tak lebih kritis dari buku &#x3C;i&#x3E;Runtuhnya Singgasana Kiai &#x3C;/i&#x3E;karya Zainal Arifin Thoha atau &#x3C;i&#x3E;Menabur Kharisma Menuai Kuasa, Kiprah Kiai dan Blater sebagai Rezim Kembar di Madura&#x3C;/i&#x3E; karya Muhammad Rozaki. Tapi, yang jelas, kejadian itu tentu kian memperpanjang gejolak sosial yang disuluh selonjor buku. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Belum...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/24/_Cinta_dan_Kebencian_terhadap_Buku</guid>
<pubDate>Sun, 1 Mar 2009 09:20:56 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title> Masa Depan Buku v Era Digital</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/23/_Masa_Depan_Buku_v_Era_Digital</link>
<description>&#x3C;br&#x3E;Apa yang dibayangkan Bill Gates dalam pidato undur dirinya dari Microsoft dengan andaian suatu saat kelak orang dapat berinterkomunikasi dengan konektivitas sejagat tanpa meninggalkan meja sentuh dan &#x3C;i&#x3E;soft drink&#x3C;/i&#x3E;, sebetulnya telah diperkirakan oleh &#x27;&#x27;raja media&#x27;&#x27; Dahlan Iskan beberapa tahun silam. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Gagasan menyambut era digital seperti ditunjuk Bill Gates di atas sejatinya telah diprediksi dan telah diantisipasi oleh Dahlan Iskan, salah satunya dengan menerbitkan koran-koran &#x27;&#x27;Radar&#x27;&#x27;. Media yang diproyeksikan dengan orientasi kedaerahan ini dianggap sebagai cara terbaik bagi koran (dengan bahan baku kertas) untuk tetap bertahan. Dalam perkiraannya, tidak hanya koran, demikian pula buku dan majalah (yang berbahan dasar kertas), akan mati pelan-pelan. Era komunikasi dan informasi berbasis digital ini, kalau mau disederhanakan, dapat disebut sebagai &#x27;&#x27;era matinya media berbahan baku kertas&#x27;&#x27;. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Sekarang, kenyataan di atas mulai kita rasakan. Adanya jardiknas dan diluncurkannya buku sekolah el...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/23/_Masa_Depan_Buku_v_Era_Digital</guid>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:51:36 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Iklan Politik Tv, Modernisasi Kampanye Politik Pasca Orde Baru</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/20</link>
<description> 
Pendewasaan Politik Lewat Televisi

Jika Anda punya cukup waktu luang untuk nonton televisi, Anda mungkin semakin &#x27;&#x27;terhibur&#x27;&#x27; dengan tambah beragamnya jenis tayangan beberapa bulan belakangan ini. Di sela-sela sinetron atau siaran langsung sepak bola, Anda bisa menyaksikan iklan partai politik, bakal calon presiden, anggota legislatif atau kepala daerah berbaur dengan iklan HP, susu bayi, pasta gigi, minyak wangi, minuman energi, dan lain-lain. Hal yang sama bisa Anda temukan di koran, majalah, tabloid, radio atau bahkan internet. Tokoh-tokoh politik nampang silih berganti dengan artis atau model yang menjadi bintang iklan produk komersial.

Kita semua mafhum, iklan politik memang bukan hal yang baru lagi. Di era kejayaan media sekarang ini, adigium &#x27;&#x27;siapa menguasai media, dia menguasai dunia&#x27;&#x27; tampaknya sudah tak terbantahkan. Maka, media massa menjelma sebagai medan pertempuran utama kekuatan-kekuatan politik yang memperebutkan kekuasaan. Jika dulu kekuatan partai diukur dar...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/20</guid>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:49:17 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Membongkar Tiga Rahasia</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/19</link>
<description> 
Meluruskan Asumsi Salah Kaprah

Dalam upaya menguak identitas sejati, manusia selalu dihadapkan pada misteri hidup dan rahasia kehidupan. Proses penciptaan, makna hidup, serta hakikat semesta adalah pertanyaan besar yang mustahil terjawab oleh siapa pun makhluk yang enggan mendayagunakan akal dan nuraninya dengan benar. Kondisi ini menyebabkan banyak orang secara eskapis mencari pelarian diri menuju spiritualitas yang menjanjikan kesejukan. Kendati kemudian tak jarang ada yang terjebak di jalur yang salah dan sesat.

Hamparan kosmik beserta riasan kehidupan di dalamnya diciptakan Tuhan bukan tanpa tujuan dan hampa rencana. Semua sudah menjadi skenario baku yang kemudian dikenal dengan sunnatullah. Bagi orang yang sudi berpikir, seluruh rahasia hidup itu tetap bisa dikuak melalui pendekatan yang objektif dan rasional. Termasuk kesadaran dan penalaran bahwa terdapat peran Dzat Mahakuasa yang mengatur segalanya. Nah, rumusan tentang Dzat Mahakreator inilah yang acap melahirkan mult...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/19</guid>
<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:45:54 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>nafaz_print Site</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/links/item/4/nafaz_print_Site</link>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/links/item/4/nafaz_print_Site</guid>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:14:59 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title> Penguasa, Buku dan Peradaban</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/22/_Penguasa_Buku_dan_Peradaban</link>
<description>&#x3C;br&#x3E;           	&#x3C;br&#x3E;                                &#x3C;b&#x3E;Oleh : Aguk Irawan M.N.*&#x3C;/b&#x3E; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;b&#x3E;IBNU AL-NADIM&#x3C;/b&#x3E; dalam kitabnya Al-Fihrist mengisahkan, suatu malam khalifah Al-Ma&#x27;mun (813-833) bermimpi melihat sosok berkulit putih kemerah-merahan, keningnya lebar, matanya biru, sikapnya gagah, sedang duduk di atas singgasana. Orang itu tidak lain adalah Aristoteles. Percakapan yang berlangsung di antara mereka --dalam mimpi itu-- memberi inspirasi kepada Al-Ma&#x27;mun untuk menyosialisasikan literatur Yunani di lingkungan akademinya. Setelah mengadakan hubungan melalui surat-menyurat dengan penguasa Byzantium, Al-Ma&#x27;mun mengutus sebuah tim kerja ke Yunani, dan tak lama berselang utusan itu kembali dengan membawa sejumlah buku untuk diterjemahkan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Inilah awal mula gerakan penerjemahan di dunia Arab abad pertengahan yang membuat Akademi Bait Al-Hikmah (dar al-ilm) --yang dirintis Al-Ma&#x27;mun-- semakin tersohor. Dalam kerja penerjemahan literatur Yunani, Al-Ma&#x27;mun mengundang para fisikawan, matematikawan, astronom, penyair, ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/22/_Penguasa_Buku_dan_Peradaban</guid>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:13:07 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Laku Spiritual Sultan: Langkah Raja Jawa Menuju Istana</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/18</link>
<description> [ Minggu, 15 Februari 2009 ]
Memahami Sabda Pandhita Ratu
&#x27;&#x27;Buat apa sebuahTahta dan menjadi Raja apabila tidak memberi manfaat bagi masyarakat&#x27;&#x27;

(Sri Sultan Hamengku Buwono IX, 7 Maret 1969)

Tidak banyak yang tahu kalau keputusan Sultan Hamengku Buwono X bakal maju menjadi calon presiden (capres) pada pilpres 2009 bukan semata-mata atas keinginan &#x27;&#x27;nafsu&#x27;&#x27; politiknya semata. Lewat pertemuan akbar dengan rakyatnya atau pisowanan ageng pada 28 Oktober 2008, bertepatan Hari Sumpah Pemuda, Sultan dengan lantang menegaskan, &#x27;&#x27;Dengan memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan niat yang tulus memenuhi panggilan pada Ibu Pertiwi, dengan ini saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden 2009.&#x27;&#x27;

Sejak itu, dan hingga hari ini, peta politik Tanah Air berubah drastis dan kian hari kian memanas. Bagaimana tidak, sebagian kalangan sebelumnya tidak begitu memperhitungkan Sultan bakal berani dan &#x27;&#x27;nekat&#x27;&#x27; maju menjadi capres, sebab ia sendiri sedang mengurusi rakyat Jogja d...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/18</guid>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:06:34 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pidato-pidato yang Mengubah Dunia</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/17</link>
<description>
Pidato-Pidato Inspirasi Dunia
&#x27;&#x27; ... Saya mendambakan demokrasi dan masyarakat bebas di mana semua orang bisa hidup bersama dalam harmoni dan kesempatan yang sama.&#x27;&#x27;

---

Itulah cuplikan pidato Nelson Mandela yang amat inspiratif sebagai pemimpin besar bangsa kulit hitam pengubah sejarah Afrika. Pidato Mandela itu dikumandangkan di Johannesburg pada 2 Mei 1994. Isi pidato tersebut memberi semangat dan dorongan moral bagi rakyat kulit hitam Afrika Selatan yang beberapa saat kemudian terbebas dari politik Apartheid. Politik Apartheid adalah politik yang membeda-bedakan orang kulit hitam dan orang kulit putih. Kala itu masih banyak negara di Afrika yang dijajah negara lain.

Mandela adalah pemimpin Afrika Selatan yang amat gigih menentang politik rasialis itu. Ia rela dipenjara rezim kulit putih selama 27 tahun sebelum kemudian bebas dan terpilih menjadi presiden kulit hitam pertama di negaranya.

Selain Mandela, masih banyak tokoh dunia yang mempunyai pidato yang dapat member...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/17</guid>
<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 10:04:21 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Meningkatkan Minat Anak pada Pelajaran </title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/21/Meningkatkan_Minat_Anak_pada_Pelajaran_</link>
<description>&#x3C;br&#x3E;                             	Belajar Dulu, Main Nanti                                                 &#x3C;b&#x3E;&#x3C;/b&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di zaman serbadigital ini, godaan bermain pada anak sangat besar. Jenis permainan yang kian beragam membuat mereka keranjingan bermain. Belajar pun menjadi aktivitas yang kurang disukai. Jika disuruh memilih antara belajar atau bermain, sebagian besar anak pasti memilih yang kedua. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Orang tua yang peduli dengan pendidikan buah hati tentu tidak akan berdiam diri. Agar anak suka belajar, orang tua harus punya trik. Salah satunya pasangan Trisno-Fajariah Nurhayati. Mereka memilih mengenalkan konsep belajar sejak kecil kepada buah hatinya. Di antaranya, rutin membacakan cerita. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x27;&#x27;Sejak bayi, saya suka bacakan cerita dan menyediakan beberapa buku di dekat mereka. Meski belum mengerti, saya rasa saat itu mereka tertarik,&#x27;&#x27; ujar Fajariah, 41. Menurut dia, itu bentuk pengenalan konsep belajar. Upayanya pun berbuah hasil. Si sulung, Nisrina Fadhilah Fano, 11, bisa membaca saat masih berusia emp...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/21/Meningkatkan_Minat_Anak_pada_Pelajaran_</guid>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 01:58:35 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Utang dan Korupsi Racun Pendidikan</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/16</link>
<description> [ Minggu, 23 November 2008 ]
Pamflet Tragedi Pendidikan Indonesia
Bagaimana potret dunia pendidikan di Indonesia? Baru-baru ini, masyarakat Indonesia mendapatkan sebuah jawaban yang ringkas, sederhana, tetapi amat mengena. Jawaban itu tersaji dalam novel fenomenal berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, yang menjadi semakin populer saat filmnya dirilis akhir September lalu. Dalam novel yang pada dasarnya adalah memoar itu, Andrea menyajikan potret ketimpangan akses pendidikan di tanah kelahirannya, Pulau Belitung, yang sepertinya juga masih menjadi masalah nasional.

Buku terbaru karya Darmaningtyas ini memberikan gambaran yang lebih terperinci tentang hal itu. Buku yang ditulis pengamat pendidikan lulusan Filsafat UGM ini bertolak dari pertanyaan sederhana: mengapa hingga kini pendidikan dasar masih belum dapat dinikmati semua warga negara Indonesia? Apakah benar masalah utamanya terletak pada ketersediaan dana yang terbatas, sebagaimana jawaban yang sering kita dengar dari ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/reviews/item/16</guid>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 01:55:46 -0000</pubDate>
</item>
<item>
<title>Jalan Pintas Melahirkan Buku Laris</title>
<link>http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/20/Jalan_Pintas_Melahirkan_Buku_Laris</link>
<description>&#x3C;br&#x3E;                  &#x3C;br&#x3E;                                    Begitu banyak buku yang sudah dirancang sedemikian sempurna dengan memperhatikan pilihan target pembaca, cover, dan pemilihan judul, tetapi pasar tidak menyambutnya dengan baik. Begitu banyak buku bagus ternyata tidak laku. Sebaliknya banyak buku yang biasa-biasa saja isinya ternyata suskes di pasar. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Habibburrahman El Shirazy dan Andrea Hirata beserta Penerbit &#x3C;i&#x3E;Republika&#x3C;/i&#x3E; dan &#x3C;i&#x3E;Bentang&#x3C;/i&#x3E; tentu tidak menyangka kalau novel &#x3C;i&#x3E;Ayat-Ayat Cinta&#x3C;/i&#x3E; dan &#x3C;i&#x3E;Laskar Pelangi&#x3C;/i&#x3E; akan menjadi &#x3C;i&#x3E;best seller&#x3C;/i&#x3E; selama berbulan-bulan, terlepas usaha yang telah dilakukan untuk membuat kedua buku tersebut laris.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;i&#x3E;Ayat-Ayat Cinta&#x3C;/i&#x3E; dan &#x3C;i&#x3E;Laskar Pelangi&#x3C;/i&#x3E; kini menjadi sebuah tren baru di dunia perbukuan tanah air. Hal ini dipahami benar oleh para penerbit bahwa selera pembeli di negeri ini pastilah tidak jauh-jauh dari kedua novel itu. Maka, ketimbang repot-repot harus menciptakan selera pasar yang misteri sehingga berisiko besar untuk rugi, mendingan mengekalkan selera pasar yang s...</description>
<guid isPermaLink="true">http://lebahrumahbaca.multiply.com/journal/item/20/Jalan_Pintas_Melahirkan_Buku_Laris</guid>
<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 01:53:40 -0000</pubDate>
</item>
</channel>
</rss>